TakaHow

Menghilangkan Jerawat Wajah di Video Kamu? Bisa!

Di dunia digital yang kita hidup di dalamnya ini, kita dimanjakan dengan berbagai macam teknologi yang serba canggih, serba ada, dan serba bisa. Apalagi dalam teknologi manipulasi gambar.

Dengan Adobe Photoshop kita bisa mengubah suatu gambar menjadi apapun yang kita mau. Ganti latar belakang foto? Bisa. Ubah muka kamu dengan muka Donald Trump? Bisa banget. Bersihin wajah tanpa harus ke klinik kecantikan kulit? Iya dong princess…

Tapi semua itu dilakukan di media tidak bergerak, yaitu gambar/foto.

Pernah terpikirkan tidak; menghilangkan jerawat atau noda wajah di video?

Wow! Mungkin (…mungkin lho, asumsi saya aja) kalian akan tercengang. Emang bisa gambar bergerak diedit? Apakah butuh greenscreen? Teknik CGI ala-ala hollywood?

Nggak juga kok. Nggak seribet itu. Dan yang terbaiknya adalah, Gratis. Tis. Tis.

Mau tahu caranya? Yuk, cekidot!

Sebelum Memulai

Seperti di tutorial-tutorial lainnya yang pernah saya tulis, alangkah baiknya kita persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan. Apa saja itu?

  1. Komputer/laptop yang bisa dipakai nyaman untuk edit video. Pinjam teman kosan juga boleh. Jangan nyolong ya. Not recommended
  2. Download dan Install DaVinci Resolve. Lho, kok bukan After Effects? Pertama, gratis. Kecuali kalau….ahsudahlah. Kalau pakai Ae juga bisa, tapi ada caranya tersendiri.
  3. Footage/video berisi orang berjerawat/bernoda wajah. Bisa diri kamu yang ganteng/cantik, atau temen kamu (ijin dulu ya).
    Pastikan juga muka subjek tidak terlalu banyak gerak, kalau enggak nanti jerawatnya bakal susah dilacak software.
  4. Kopi dan gorengan untuk menemani sesi belajar kita. Saya nitip ya gorengan goceng, sama kopimix satu.

Sudah siap? Yuk, kita mulai!

Buat Project Baru di DaVinci Resolve

Buka DaVinci Resolve di komputer kalian. Setelah loading selesai, akan terlihat jendela kecil seperti ini.

Tampilan awal project DaVici Resolve

Klik New Project. Ini akan membuat project baru, sama seperti di Adobe Premiere Pro. Beri nama, dan klik OK. Tampilan DaVinci Resolve akan muncul.

Tampilan interface DaVinci Resolve

Di bagian bawah ada banyak tombol, pilih yang paling kanan untuk buka Media Storage. Di sini tempat kamu masukkan footage video yang ingin diedit.

Tampilan Media Storage DaVinci Resolve

Nah, di sini kalian tinggal drag and drop file video kalian dari Explorer. Kalau setelah kalian masukkan muncul ini:

Klik aja Change. Ini terjadi karena setting frame rate project berbeda dengan frame rate video yang kita masukkan. No problem! Change aja.

Setelah itu video kalian akan muncul. Kalau sudah, tekan tombol “Cut” di bawah, di sebelah tombol Media Storage, untuk menampilkan laman Cut.

Kita akan potong dulu videonya. Kalau kalian tidak ingin cut, skip aja ke step selanjutnya.

Laman cut DaVinci Resolve

Di sini kita bisa memotong bagian video mana yang ingin kita edit. Cara kerjanya mirip sekali dengan Adobe Premiere Pro.

Jendela kiri tempat menampung video-video yang belum diedit. Jendela kedua adalah tempat memotong video sebelum dimasukkan ke Timeline. Bagian yang di bawah adalah timeline, di mana kita menyusun video.

Pertama-tama, klik dua kali video yang ingin kita cut. Video itu akan muncul di jendela kedua. Untuk memotong, cari titik awal dan tekan I untuk memotong di titik awal, dan tekan O untuk titik akhir. Tekan spacebar atau gunakan mouse untuk memutar videonya. Baru di akhir, drag dan drop video ke timeline di bawah.

Bingung? Nih, saya kasih videonya.

Masih bingung? Monggo dikomen nggih…hehe

Sudah selesai? Yuk, langsung aja kita hilangkan noda/jerawat yang ada di video kita.

Membuka Color Panel

Sebentar, sebelum kita mulai saya kenalkan dulu dengan laman Color. Color ijo. Aih ahahaha. Saya cerita dikit ya.

Laman ini penuh dengan alat-alat Color Grading profesional dan berstandar industri. Color grading adalah sebuah teknik untuk memberi warna, mengatur pencahayaan pada sebuah video untuk memberikan efek emosi / storytelling yang diinginkan.

Baca Juga: Membuat Video Lebih Sinematik dengan Cinestyle

Pernah heran nggak, kenapa banyak film Hollywood punya warna khas yang unik dan ciamik, misalkan seperti Joker?

Yup, banyak dari film-film kelas Hollywood, Netflix dan iklan TV di-color grade di sini. Selamat ya! Sekarang kalian tahu rahasia industri perfilman dan advertising.

Balik lagi ke TKP ya. Di bagian bawah, Klik tombol Color. Letaknya ada di ke-tiga dari kanan. Kalau sudah akan muncul laman ini.

tampilan laman color DaVinci Resolve

Wah ada banyak bagian nih. Dan karena layar saya kecil (laptop, 1366×768 pixels) jendela previewnya jadi kecil banget.

Ini bisa diakalin dengan menyembunyikan jendela Clips di bagian tengah. Cukup klik tombol “Clips” (kanan atas) sekali, jendela clips hilang, dan jendela preview tersembunyi. Hasil akhirnya seperti ini.

Better.

Di sini ada 4 Jendela. Jendela preview, Node, Settings dan Waveform. Karena kita lagi nggak color grading, abaikan aja Waveform.

Di jendela preview (kiri atas) kalian bisa putar video yang diedit. Untuk tampilan fullscreen tekan Ctrl+F, ulang untuk keluar dari fullscreen. Kalau sekadar perbesar jendela, cukup Shift+F. Kita juga bisa zoom gambar dengan scroll.

Node (kanan atas) bisa dibilang sepert Layer di Photoshop. Di setiap node kita bisa taruh berbagai setting yang kita suka. Node yang dibuat setelahnya bakal menimpa node sebelumnya, ibarat layer di atas layer. Nanti kita praktekkan.

Di jendela Settings (kiri bawah – saya nggak tahu nama aslinya, ini saya namain sendiri – Ihya ), di sinilah bumbu rahasianya. Jangan kasih tahu Plankton.

Menghilangkan jerawat dan noda

Sip! Pastikan node di jendela sudah terpilih (klik aja sekali). Kalau sudah terpilih di pinggiran node ada oranye. Lalu di jendela settings, kita pilih “Windows”. Ini tool powerful banget.

Ini saya di tahun 2014. Masih culun dan banyak jerawatan, seperti kalian bisa lihat di sebelah kanan muka saya.

Langsung aja ke jendela settings, dan pilih menu Window, seperti yang saya bulatin di sini.

Tampilan menu Window di Davinci Resolve.

Di sini kalian bisa pilih berbagai masking dengan macam-macam bentuknya. Ada yang kotak, bulet, garis, dan bahkan gradien. Kali ini pilih yang bulet aja.

Dengan masking ini kita bisa menaruh pengaturan yang kita inginkan di dalam area masking. Oke, saya demonstrasikan ya.

Seperti video di atas, saya mengaktifkan masking berbentuk bulet. Maskingnya kegedean, jadi saya resize. Lalu di jendela preview saya scroll untuk zoom ke jerawat saya.

Mas, kok maskingnya ada dua lingkaran ya? Apa fungsinya?

Good question. Lingkaran pertama (yang di dalem) adalah tempat di mana setting kita ditaruh. Lingkaran luar adalah feather, fungsinya memperhalus tepian masking, supaya di dalam dan luar masking tidak gamblang perbedannya. Saran saya lingkaran feather jangan terlalu dekat/jauh dengan lingkaran dalam.

Oke balik lagi. Geser masking sesuai dengan jerawat/noda yang ingin dihilangkan.

Saatnya kita hilangkan jerawatnya. Hore!

Ada dua cara, Blur dan Midtone Detail. Blur, seperti namanya, efeknya sama seperti di Photoshop. Dia akan mem-blur kan permukaan yang kita masking. Sedangkan Midtone Detail, ia akan mengurangi/menambah detail tekstur yang kita pilih.

Untuk tutorial kali ini, saya pilih Blur aja. Untuk akses blur, klik menu Blur seperti yang saya lingkari di bawah ini.

menu blur DaVinci Resolve

Di menu Blur ini, kita gunakan Radius. Jika garis yang ada di tengah ditarik ke atas, akan menaikkan intensitas blur. Sebaliknya, jika ke bawah akan menaikkan intensitas ketajaman.

Yuk, kita coba.

Kelihatan kan? Karena blur, jerawat tadi jadinya hilang!

Eits, jangan quit dulu. Karena kalau kita play video kita, masking tadi tetap diam, tidak mengikuti gerak wajah. Di sinilah menu Tracker sangat berguna.

Di antara menu Window dan Blur, klik menu tracker. Lalu klik tombol Track Forward, seperti yang saya demonstrasikan di bawah ini.

Ketika Track Forward ditekan, secara otomatis masking yang sudah kita taruh akan tracking sesuai dengan posisi muka. Fitur ini akurat banget, jauh lebih mudah dan cepat digunakan daripada motion tracker After Effects. Jadi otomatis hanya bagian jerawat yang di-blur.

Nah, ini baru satu jerawat. Jerawat lainnya gimana dong?

Saatnya kita buat Node baru.

Di jendela Node klik node pertama. Tekan alt+S untuk membuat node baru. Node ini namanya Serian Node, karena letaknya berurutan setelah node sebelumnya. Untuk tipe-tipe node apa saja, nanti kapan-kapan kita bahas di artikel berikutnya.

serial node di davinci resolve
Serial node

Di node baru ini kita bisa menaruh setting/modifikasi baru seperti masking, color grading, dan lainnya.

Di node baru ini, ulangi step masking yang sudah saya jelaskan tadi, tapi ke jerawat/noda yang berbeda. Dan begitu setersunya.

Biar nggak bingung, ini saya kasih bagaimana saya mengedit wajah saya jadi (hampir) mulus.

Ada yang kurang jelas? Bingung? Jangan sungkan berkomentar, ya!

Ekspor Video

Kalau sudah selesai, puas, kopi udah habis, saatnya kita ekspor ke dalam bentuk video. Di panel paling kanan ada logo berbentuk roket. Di situlah letak Panel Deliver.

panel deliver DaVinci Resolve untuk ekspor video

Kita bisa atur codec, format dan kualitas video yang kita inginkan. Bahkan ada setting khusus untuk di-upload ke Youtube, Vimeo dll. Kalian bisa eksplor sesuai dengan kebutuhan. Untuk tutorial kali ini, saya pilih Youtube 1080p.

Karena bukan temanya, saya tidak akan bahas terlalu dalam setting-setting ini. Kita cukup isi kolom Filename untuk nama file video, dan Location untuk lokasi di mana kita akan menaruh video kita.

Klik Add to Render Queue. Ini akan menambah project kita ke dalam antrian render. Di jendela paling kanan, klik start render. Lama-sebentarnya render variatif, tergantung kekuatan komputer/lepi atau panjang video kalian.

Sambil nunggu, bisa ditinggal beberes kamar dulu hehe.

Selesai! Seperti apa before dan after wajah saya setelah dihilangkan jerawatnya?

Penutup

Mohon maaf ya kalau ada tutorialnya terkesan tergesa-gesa, karena saya sudah lama nggak menulis. Otot literasi saya lama nggak dilatih hehe.

Baca Juga: Menghaluskan Permukaan Gambar dengan Photoshop

Ada pertanyaan? Kritik? Saran? Atau, komplain? Saya di sini pun masih belajar, jadi kalau ada kesalahan atau kekurangan, jangan sungkan-sungkan sampaikan, ya!

Sampai jumpa di tulisan berikutnya, di Takatik | Informasi Utak-atik!

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.